Kopi Gading Cempaka, Kopi Khas Bengkulu


Hai semua, sudah ngopi hari ini? Buat kalian pecinta sekaligus penikmat kopi,  kali ini kita akan bahas mengenai kopi, ada kopi enak yang harus kalian coba. Buat kalian yang masih awam tentang kopi, kita kenalan dulu yuk sama kopi yang satu ini, tak kenal maka tak sayang loh πŸ˜€ 
Kopi adalah salah satu minuman hasil seduhan biji kopi yang telah dihaluskan sebelumnya sehingga menjadi bubuk. Kopi sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Kata kopi pun banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalimat seperti “mari mampir ke rumah kita ngopi bareng”, ataupun “ngopi gak bro?” juga sering kita gunakan dalam obrolan sehari-hari. Kenapa kopi? Padahal banyak minuman lain seperti teh, susu, dan lain-lain. Itu menunjukkan bahwa kopi memang dekat dengan kehidupan kita, bahkan sering juga nih dengerin sebuah pantun jenaka yg bunyinya ” ora eneng ora iki, palak pening belum ngupi” yang artinya kalau belum ngopi kepala terasa pusingπŸ˜†.
Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia, memiliki iklim yang ideal untuk produksi kopi dan karenanya perkebunan didirikan di wilayah lain seperti Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
Di Indonesia ada dua varietas kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea Arabica). Kedua jenis kopi ini memiliki spesies yang berbeda. Perbedaan umum terletak pada rasa, kondisi dimana dua spesies ini tumbuh dan perbedaan ekonomis. Soal rasa, Arabica memiliki variasi rasa yang lebih beragam, rasa manis, lembut, kuat dan tajam. Sedangkan robusta memiliki variasi rasa netral, rasa yang mirip gandum dan sebelum disangrai aroma kacang-kacangan lebih terasa.


Saat ini, provinsi Bengkulu baru menempati posisi ketiga dari 5 daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Bengkulu mampu menghasilkan 88.861 ton tiap tahun. Selain itu, Bengkulu merupakan daerah segi tiga emas penghasil Robusta terbesar ketiga di pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Lampung. Namun, potensi alam yang melimpah belum mampu dikelola secara baik untuk menstimulasi nilai tambah. Semua potensi masih dikelola secara 'tradisional' sehingga produktifitasnya sangat kecil, selain itu belum tereksposnya kopi Bengkulu dengan baik membuat kopi Bengkulu kurang diperhitungkan dikancah nasional. Padahal pada dasarnya semua kopi itu nikmat, tapi bagaimana kita menjadikan nilai tambah kenikmatan itulah yang menjadikannya berbeda.
Dari kegelisahan itulah Kopi Gading Cempaka hadir. Dari namanya mungkin bagi masyarakat Bengkulu tidak asing lagi dengan nama Putri Gading Cempaka, putri dari raja Ratu Agung (Raja pertama kerajaan sungai serut), putri yang cantik dan cerdas dari titisan kerajaan majapahit.

KOPI GADING CEMPAKA, KOPI PREMIUMNYA BENGKULU
kopi gading cempaka, kopi premiumnya Bengkulu

Nama Kopi Gading Cempaka bukan nama yang asal catat. Kalau dalam  istilah kopi, bukan 'kopi asalan'. Atau juga bukan nama yang hanya ingin 'dompleng' popularitas dari Putri Gading Cempaka.
Kopi gading cempaka berasal dari desa Aur Gading, Kabupaten Bengkulu Utara, desa tertua di kabupaten Bengkulu Utara yang sejak dulu memang terkenal sebagai penghasil kopi. Walaupun tidak terbilang dataran tinggi 'ideal' penghasil kopi terbaik, namun tanah Aur Gading sangat cocok dengan tanaman jenis kopi Robusta yang belakangan ditemukan celahnya sebagai kopi Robusta tradisional dengan rasa yang cukup baik.

Sejarahnya, dahulu kala hidup seorang petani kopi sekaligus 'toke' atau pengepul kopi di Aur Gading yang merupakan sosok yang percaya bahwa Putri Gading Cempaka adalah titisan 'malaikat' dan sumber kesuburan di tanah Aur Gading, kemudian dia mengembangkan usahanya dengan membuat kopi bubuk yang dijual pada para pedagang yang melintas di perkampungan menuju kota Curup. Aur Gading dahulu kala merupakan jalur perdagangan alternatif menuju kota Curup.



(Petani kopi sedang memetik kopi)

Bukan hanya dijual untuk pedagang yang melintas perkampungan saja, pada perkembangannya juga dijual di pasar-pasar rakyat. Bahkan penjajah Belanda yang hidup di sana menyukai rajikan kopi bubuk karyanya.

Dalam penuturannya, kopi bubuk itu dia beri nama Kopi Gading Cempaka. Kopi yang disebut kopi candu karena membuat para penjajah ketagihan. Nikmatnya tergambar melalui kecantikan sosok Putri Gading Cempaka, putri bungsu titisan Majapahit, anak dari Ratu Agung.

Kopi gading cempaka diproduksi melalui tahapan panjang:
1.      Petik matang (merah)
2.      Proses sortasi tahap pertama
3.      Dilakukan penjemuran
4.      Kemudian dilakukan pengupasan kulit
5.      Dilakukan sortasi tahap kedua hingga menjadi biji  kopi pilihan  (premium)
6.      Sebelum dilakukan proses roasting,dilakukan sortasi ketiga.
7.    Pasca roasting  dilakukan sortasi kembali untuk membuang biji kopi yang telihat pucat atau tidak sama dengan biji-biji lain.
Itulah alasannya kenapa kopi gading cempaka dikategorikan sebagai kategori kopi premiumnya Bengkulu. Kopi yang melalui proses panjang hingga menghasilkan cita rasa yang khas. 

"Kopi robusta boleh ada dimana-mana. Tapi soal kenikmatan rasa, kopi robusta Bengkulu berani beda. Buah kopi robusta Bengkulu lahir dari proses panjang, tradisi dan proses panjang, tradisi perawatan yang sudah turun temurun"

Kopi Gading Cempaka menyediakan dua produk utama baik berupa 'roasted beans' ataupun 'ground coffee beans' dengan harga yang tidak menguras dompet [ada harga, ada kualitas]:

ROBUSTA PREMIUM
Isi 200 gram = 30.000*

ARABIKA PREMIUM
Isi 100 gram = 20.000*

*untuk harga Reseller or Dropshipper hubungi kontak di bawah πŸ‘‡

Cara pemesanan bisa melalui:

- WA 08117321511/ 081995850700
- Twitter @kopigadingID πŸ‘‰ twitter.com/kopigadingID
- Fanpage Facebook: Kopi Gading Cempaka πŸ‘‰www.facebook.com/kopigadingcempakaID
- IG @kopigadingcempaka πŸ‘‰www.instagram.com/kopigadingcempaka/
- Website πŸ‘‰www.kopigadingcempaka.com

atau COD di studio Radio B-One FM Kota Bengkulu- Jalan S. Parman No. 117 Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu.

-------------☆☆☆
"Kopi Gading Cempaka, Berani Beda"

  


Komentar

  1. Kemasan kopi gading cempaka ini eksklusif banget ya kak, elegan gitu kesannya.

    BalasHapus
  2. ia, kopi robusta ada dimana-mana tapi yang ini beda. orang-orang dirumah juga bilang gitu

    BalasHapus
  3. Proses pengolahannya panjang ya, pantesan rasa kopinya beda

    BalasHapus
  4. Kemasannya kece deh, rasanya pasti enak nih

    BalasHapus
  5. kopi premium yang berani beda. Bener2 beda ya kak. Beda nya tetep positif donk

    BalasHapus
  6. Ada dua jenis kopi gading cempaka yakni arabica premium dan robusta premium. Dan aku lebih suka yang robusta karena aroma kopi dengan cita rasa yang khas membuat kopi berani beda

    BalasHapus
  7. pantesan rasa kopinya enak.. proses pengolahannya panjang ya kak

    BalasHapus
  8. pantesan rasa kopinya enak.. proses pengolahannya panjang ya kak

    BalasHapus
  9. kopinya enak bro, saya suka kopi gading cempaka.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar disini

Postingan populer dari blog ini

Wisata Curup Cay Desa Bukit

Persiapan Menghadapi Musim Hujan Bagi Pengendara Sepeda Motor

Cara Mengatur Penyimpanan Media di Whatsapp