Katamats: Jangan Membenci Daun yang Jatuh

              Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, semacam pepatah, peribahasa, motivasi, quotes yang biasa kita dengar saat terpuruk, merasa gagal, dan perasaan kecewa yang dirasa. Kita adalah pohon. Daun sebagai rencana yang kita buat. Jatuh, rasa kecewa akibat kegagalan. Angin, diibaratkan lingkungan, kondisi disekitar. 
ilustrasi by pixabay.com

              Tapi, daun yang jatuh bukan tak berguna. Mungkin ia memang perlu jatuh karena jika ia tetap bertahan pohon bisa kehilangan produktifitasnya, fotosintesis takkan berjalan baik. Jatuhnya daun pun nantinya ia akan berguna, ia akan ada bersama daun jatuh lainnya, berproses menjadi pupuk, membentuk tanah yang subur, tanah yang subur tentu akan membantu pohon menghasilkan daun lain yang lebih baik lagi. 
Lalu bagaimana sang angin? tahukan kalian, awan hujan perlu angin untuk menurunkan hujannya. Pohon membutuhkan angin yang tadi menjatuhkan daunnya. Daun yang jatuh pun membutuhkan hujan yang ditiup angin agar dapat berproses menjadi pupuk yang baik. 
Lihatlah, bahkan jatuh tak seburuk yang kita pikirkan. 
          Lalu maknanya apa mats? hehe
          Saat menghadapi kegagalan sudah menjadi sifat kita untuk bersedih. Tapi kita tak perlu mencaci sekitar, biarlah jika memang gagal, teruslah berproses menjadi hal yang baik layaknya daun yang menjadi pupuk. Rencana yang kita buat, adalah sebuah proses menuju berhasil, berhasil menjadi baik. Layaknya daun jatuh, tentu ada pengajaran dari sebuah kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai pupuk untuk mematangkan rencana lainnya, seperti daun jatuh yang menjadi pupuk untuk menumbuhkan daun muda. 
Sekian,
Terima kasih daun, terima kasih angin.
Terima kasih, Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Curup Cay Desa Bukit

Persiapan Menghadapi Musim Hujan Bagi Pengendara Sepeda Motor

Cara Mengatur Penyimpanan Media di Whatsapp