Memilih Batik

Batik adalah pakaian khas Indonesia, hampir setiap daerah punya batik yang menjadi khasnya. Batik Pekalongan, batik Jogja, batik Solo, dan lain-lain. Nah kalo di Bengkulu namanya batik besurek. Saya pernah ditanya kenapa sih nama batiknya batik besurek, bukan batik rafflesia, kan raflessia itu khasnya Bengkulu? Nah, bagi orang awan seperti saya yang belum tau asal usul batik ini saya menganalisa secara awam batik besurek sebagai batik bersurat, diliat dari besurek, berasal dari kata surek (dalam bahasa Bengkulu) yg artinya surat, begitulah analisa awam saya kalo ada yang nanya kenapa namanya batik besurek. 
batik besurek bengkulu
Batik besurek bengkulu (pict by jalanjalanyuk.com)

Kemudian saya ubek-ubek mbah gugel, tidak ingin terulang nantinya kalo ada yang nanya lagi jawabannya cuma seadanya, cuma pake analisa awam, malu dong sebagai warga Bengkulu huehehe. Akhirnya saya cari sejarahnya batik besurek dan ternyata batik besurek memang batik bersurat/tulisan. Saya baca di blognya salah satu blogger Bengkulu mildaini.com, disana disebutkan jika kain besurek berasal dari dua kata yaitu kain dan Besurek. Kata Besurek berasal dari dua kata juga, yaitu be(r) yang artinya mempunyai atau memiliki, dan surek yang artinya surat atau tulisan. Jadi, Kain Besurek artinya Kain yang memiliki tulisan atau surat. Tulisan disini adalah motif-motif tulisan kaligrafi arab. 

Dimasa sekolah dulu, pengetahuan saya tentang batik masih rendah, saya gak tau jenis-jenis batik, ini mungkin karena saya jarang pakai batik, mindset saya waktu itu kalo pake batik itu kayak bapak-bapak, tua, gak anak muda banget, itulah kenapa pakaian batik saya cuma dikit, hanya beberapa lembar untuk dipakai ke undangan resepsi kalo pas ikut orang tua. Selain itu, paling seragam dari sekolah. Itu pun awalnya saya gak tau kalo batik yang saya pakai disekolah itu adalah batik besurek.

Tapi makin kesini saya mulai tertarik dengan batik, saat kuliah semester 1 sampai semester 2 saya masih belum PD pake batik, namun setelah semester 3 saya mulai sering kuliah menggunakan batik, terutama kalo ada kuliah dihari jum’at atau sabtu. Dan ternyata oke juga kok, terlihat elegan dan dewasa, tinggal disesuaikan motifnya yang simple.

Buat kalian yang bingung milih batiknya, ini ada beberapa tips yang bisa jadi acuan dalam memilih batik.


  • Ukuran: Biasanya kita memakai baju batik dikeluarkan, bukan dimasukkan kedalam celana seperti kemeja. Jadi, salah satu acuan yang bisa digunakan dalam memilih ukuran selain ukuran baju, lengan, dan lain-lain adalah panjang badan dari batik itu sendiri. Untuk panjang baju yang pas adalah tidak melebihi risleting celana atau selangkangan dan juga tingginya tidak melebihi setengah risleting celana. Lebih jelas seperti digambar:


ukuran panjang baju batik
ukuran ideal panjang baju (pict by fashionpria.com)


  • Bahan batik: Bahan batik banyak ragamnya, mulai dari sutra sampai katun. Batik dengan bahan kain sutra biasanya mahal, sedangkan bahan katun jauh lebih murah. Jadi silahkan sesuaikan dengan budget yang kita punya. Untuk kegiatan santai, saya lebih suka menggunakan bahan katun karena lebih menyerap keringat, lebih adem, sehingga terkesan lebih santai. 
  • Warna: Untuk warna bisa disesuaikan dengan kegiatan. Tips memilih warna adalah dengan mempadu padankan warna dasar/backgroud batiknya dengan pakaian lain yang akan kita gunakan. Untuk acara casual bisa menggunakan warna-warna cerah, dan untuk acara formal bisa menggunakan warna yang lebih gelap. 
  • Motif: Ada banyak motif batik di Indonesia, di Bengkulu ada yang namanya batik besurek seperti yang sudah saya jelaskan diawal tadi. Untuk pria dengan tubuh besar seperti saya, saya memilih batik dengan motif yang berukuran kecil hingga sedang. Sedangkan untuk kalian yang memiliki tubuh lebih mungil/kecil bisa memilih batik dengan motif berukuran sedang atau lebih besar. Beberapa sumber menyebutkan hal itu bisa membuat ukuran tubuh kita lebih proporsional.

Jadi jangan malu pakai batik, apalagi ditiap daerah punya batik dengan corak/motif yang keren. Kita harus bangga memilika warisan budaya batik yang tidak dimiliki negara lain. Terima kasih.
Model batik
pict dari koleksi pribadi

Komentar

  1. Karena batik besurek Bengkulu sangat berbeda dengan batik pada umumnya dikerjakan dengan penuh kesabaran dan ketelitian

    BalasHapus
  2. Setuju dengan kata mas "Jadi jangan malu pakai batik, apalagi ditiap daerah punya batik dengan corak/motif yang keren. Kita harus bangga memilika warisan budaya batik yang tidak dimiliki negara lain."

    BalasHapus
  3. Kak, mbok ya, kasih backlink dong ke blog sayaaaah

    BalasHapus
  4. Makasih infonya broh,,jadi gak perlu bingung lagi nih buat pilih batik,tentukan ukuran,bahan,warna, motif,,cocok bungkus..hehe

    BalasHapus
  5. Saya juga suka kok kak pake batik, bisa dipake kapan dan dimana saja, apalagi batik bengkulu motifnya bagus2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya juga mulai suka & PD pake batik :)

      Hapus
  6. Betul kak tipsnya, kalo aku yang paling penting warna sama bahannya.. harus yang nyaman dan sesuai selera.. hehehe

    BalasHapus
  7. Batik itu indonesia bangeeeet..proud of it..

    BalasHapus
  8. Saamaaa, suka pake batik juga. Tapi dengan warna yang soft pastel. :D

    BalasHapus
  9. Dari dulu aku suk banget batik, tpi klo untuk koleksi batik besurek baru beberapa tahun terakhir. Kebanyakan punyaku batik jawa haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, saya jg banyakan batik jawanya ini.hehe

      Hapus
  10. Batik sekarang mah udah keren-keren. Cakep-cakep model & coraknya. Jadi makin pede pakai batik. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya saya juga makin PD makenya :)

      Hapus
  11. wooo.. ternayata ukuran motif juga berpangaruh ya.. :O

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar disini

Postingan populer dari blog ini

Wisata Curup Cay Desa Bukit

Persiapan Menghadapi Musim Hujan Bagi Pengendara Sepeda Motor

Cara Mengatur Penyimpanan Media di Whatsapp